Rabu, 25 Mei 2011


Pentas Spektakuler "Matah Ati"
Fikria Hidayat | Jumat, 13 Mei 2011 | 02:39 WIB
Dibaca: 6173
Komentar: 0
|
Share:
KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI Pementasan tari Matah Ati karya sutradara Atilah Soeryadjaya bersama penata artistik Jay Subyakto, di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Kamis (12/5/2011) malam. Pentas tari tersebut bercerita tentang cinta dan kekaguman jiwa kesatria Raden Mas Said kepada seorang wanita bernama Rubiyah yang lahir di Desa Matah.
Foto:
1 2 3 4 » Play Slideshow

TERKAIT:

Jay Subiyakto: Saya Dimusuhi Para Penari
Mei, Pentas Tari "Matah Ati"
Borong "Matah Ati"
Sendratari "Matah Ati" Pulang Kampung
Mengenal Rubiyah Lewat "Matah Ati"

JAKARTA, KOMPAS.com — Pentas tari kolosal "Matah Ati" sukses digelar khusus untuk wartawan di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Kamis (12/5/2011) malam.

Pementasan tari karya sutradara Bandoro Raden Ayu Atilah Soeryadjaya itu melibatkan 78 orang penari. Pentas tersebut benar-benar merupakan pertunjukan budaya dengan koreografi dan musik tradisional yang didukung teknologi dan tata lampu modern yang tidak merusak pakem tradisi tari Jawa.

Sang penata artistik panggung, Jay Subyakto, memakai panggung berbahan metal berkemiringan 15 derajat yang dilengkapi electronic trap door berukuran 14 x 14 x 2,5 meter. Itu merupakan salah satu cara membangun efek spektakuler yang menarik banyak kalangan untuk menonton tari tradisional.

Pertunjukan tari kolosal yang diangkat dari cerita sejarah bangsa itu akan dibuka untuk umum pada 13-16 Mei 2011 di tempat yang sama.

Sebelumnya, "Matah Ati" sukses digelar perdana di Teater Esplanade, Singapura, 22-23 Oktober 2010 dengan disambut tepuk tangan meriah serta pujian.

Foto lengkap di: KOMPAS IMAGES

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar