Senin, 31 Januari 2011

HASIL PENELITIAN


NasionalJawa TimurLIPI Temukan 'Monster' Kala Cemeti Jenis Baru
Pernah dengar makhluk bernama Kala Cemeti? Ada empat jenis baru yang ditemukan di Indonesi
Kamis, 16 September 2010, 14:36 WIBElin Yunita Kristanti
Kala Cemeti 'monster kegelapan' (lipi.go.id)
BERITA TERKAIT
Ditemukan 50 Spesies Baru di Laut Indonesia
Sungai Raksasa Ditemukan di Dasar Laut Hitam
NASA Butuh Bantuan Temukan Meteorit
Lubang Raksasa Baru Hebohkan Guatemala City
Suhu Air Laut Mediterania Semakin Panas
VIVAnews - Sungguh kaya keanekaragaman hayati di Indonesia. Ini terbukti dengan makin banyaknya penemuan hewan jenis baru di Nusantara. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerja sama dengan The Nature Concervancy (TNC) menemukan empat jenis baru binatang Kala Cemeti dari gua-gua di Sangkulirang, Kalimantan Timur dan Pegunungan Muller, Kalimantan Tengah.

Penemuan baru tersebut dilaporkan peneliti zoologi LIPI Cahyo Rahmadi, peneliti Australia Dr. M.S. Harvey, dan Dr. J. Kojima dari Jepang dalam publikasi di jurnal taksonomi Zootaxa2612 pada 15 September 2010.

Kala Cemeti merupakan salah satu kelompok hewan Arachnida yang mempunyai bentuk menyeramkan, mirip monster yang hidup dalam kegelapan.

Empat jenis baru Kala Cemeti berasa dari suku Charinidae, bangsa Amblypygi, kelas Arachnida.

Jenis pertama adalah Sarax yayukae, yang namanya didedikasikan untuk Prof. Dr. Yayuk R. Suhardjono atas peran pentingnya selama ekspedisi di Muller dan Sangkulirang. Termasuk, sebagai penghargaan untuk sumbangsihnya di bidang pengetahuan biologi gua.

"Sarax yayukae ditemukan di gua di Tumbang Topus, Murung Raya, Kalimantan Tengah, TN Bukit Raya-Bukit Baka, Kalimantan Tengah, dan Pulau Manukan di seberang Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia," jelas Cahyo Rahmadi, dalam rilis yang diterima VIVAnews, Kamis, 16 September 2010.

Temuan kedua adalah Sarax cavernicola, yang diberi nama sesuai tempat hidupnya di dalam gua. "Jenis ini mempunyai karakteristik khas gua dengan mata yang mengecil, warna coklat pucat dan tungkai memanjang," jelas Cahyo.

Sarax cavernicola hanya ditemukan di dua lokasi di Sangkulirang, yakni Gua Ambulabung di Baai, Kutai Timur, dan beberapa gua di daerah Marang, Kelai, Kabupaten Berau.

Jenis ketiga adalah Sarax mardua, yang dinamai berdasarkan lokasi penemuannya di Gua Mardua di Pengadan, Kutai Timur. Jenis ini juga khas, memiliki tungkai yang memanjang.

"Jenis ini hanya ditemukan di satu gua yang terletak di bukit karst yang terisolasi di daerah Pengada," kata Cahyo.

Jenis keempat, Sarax sangkulirangensis, ditemukan di tiga lokasi berbeda yakni Tabalar, Pengadan, dan Danau Tebo. Jenis ini berbeda dengan jenis sebelumnya karena relatif belum beradaptasi dengan gua. Matanya relatif besar dan warna hijau kegelapan. "Nama jenis diambil berdasarkan nama formasi karsnya," jelas Cahyo.

Empat jenis baru Kala Cemeti dari marga Sarax memiliki ukuran tubuh relatif kecil. Panjang tubuh antara 6-16 mm. Tubuh dilengkapi capit dengan duri tajam. Sepasang kaki paling depan termodifikasi menjadi antena. Binatang itu berjalan dengan tiga pasang kaki, tak seperti lazimnya laba-laba yang berjalan dengan empat pasang kaki.

Di dunia ada sekitar 150 jenis Kala Cemeti yang terdiri dari 17 marga dalam lima suku. "Sekitar 14 jenis merupakan anggota marga Sarax yang hanya ditemukan di India, Asia Tenggara, sampai Papua dan Kepulauan Solomon," jelas Cahyo.

Apa itu Kala Cemeti?


Seperti ditulis Cahyo Rahmadi blog LIPI, Kala Cemeti memiliki nama latin Amblypygi atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan whip-spider atau tailess whip-scorpions.

Memiliki tubuh yang pipih dengan capit berduri yang tajam, ditambah kaki depan yang memanjang seperti antena, dan tiga pasang kaki untuk berjalan, menambah kesan seakan Kala Cemeti merupakan hewan beracun yang berbahaya.

Namun, semua kesan itu tidaklah benar. Kala Cemeti merupakan salah satu kelompok hewan yang tidak beracun. Penampilannya yang seram tidak menggambarkan bahaya yang sesungguhnya.

Kala Cemeti merupakan salah satu kelompok Arachnida yang cukup tua ditemukan dalam bentuk fosil. Beberapa bagian tungkai dan serpihan kulit keras diyakini pernah ditemukan dari jaman pertengahan Devonian atau sekitar 385-392 juta tahun lalu.

Kala Cemeti sempat muncul dalam film Harry Potter terutama sekuel Harry Potter and the Goblet of Fire. (kd)

Baca juga: Dari 'Perang' Tomat Sampai Parade Penis



• VIVAnews
pilih Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang Rating

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar