Kamis, 27 Januari 2011

CIRCLE CROP JEJAK 'UFO'?





Editor: Tri Wahono
Rabu, 26 Januari 2011 | 12:01 WIBDibaca: 10864Komentar: 2
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
Sebuah pola unik dalam lingkaran (crop circle) berdiameter sekitar 50 hingga 70 meter tercetak di areal persawahan di Desa Jogotirto, Berbah, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (24/1/2011). Kemunculan pola tersebut menarik perhatian warga dari berbagai daerah untuk menyaksikannya langsung. Belum diketahui secara pasti penyebab fenomena ini.
1

TERKAIT:
"UFO" Pun Peduli Nurdin dan Gayus
Korban Crop Circle Luka Parah di Kepala
Pembuat "Crop Circle" Terancam Pidana
Bukti-bukti "Crop Circle" Buatan Manusia
Lapan Simpulkan Lingkaran Dibuat Orang

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kalangan akademis di Fakultas MIPA UGM heboh menyusul beredarnya kabar kalau pola aneh di Berbah, Sleman dibuat oleh beberapa mahasiswa fakultas tersebut. Kehebohan terjadi baik di kalangan dosen maupun mahasiswanya.

"Tadi Kepala Prodi Matematika sampai menelepon ketua angkatan 2008 untuk mencari kebenaran itu," kata Arief Wahyu Kurniawan, mahasiswa jurusan Matematika angkatan 2008 saat ditemui di kampusnya, Selasa (25/1/2011) kemarin.

Selain Arief, empat mahasiswa jurusan Matematika FMIPA UGM di ruang Himpunan Mahasiswa Matematika juga sudah mendengar desas-desus tersebut. Umumnya mereka sudah mendengar kabar yang meluas di situs maupun milis serta jejaring sosial.

Begitu ditelepon, ketua angkatan 2008 langsung mengirim pesan pendek ke semua mahasiswa angkatannya untuk mencari tahu.

Namun kebanyakan mahasiswa FMIPA angkatan 2008 yang di kampus kemarin tidak tahu siapa sebenarnya orang-orang yang mengaku teman seangkatannya yang mengklaim membuat crop circle di Berbah.

"Belum ada yang ngaku, padahal ya katanya angkatan kami, " kata seorang mahasiswa di Himpunan Mahasiswa Matematika.

Kabar bahwa crop circle dibuat mahasiswa MIPA UGM berawal dari informasi yang dilansir sebuah blog. Pemilik blog tersebut mengaku chatting dengan salah seorang pelaku yang mengaku membuatnya dengan perhitungan matematis yang akurat bersama lima orang kawannya. (Tribun Jogja/Bakti Buwono Budiastyo)


Lingkaran Misterius
Bukti-bukti "Crop Circle" Buatan Manusia
Editor: Tri Wahono
Selasa, 25 Januari 2011 | 20:06 WIBDibaca: 64938Komentar: 87
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
Garis polisi dipasang untuk melindungi pola unik dalam lingkaran (crop circle) berdiameter sekitar 50 hingga 70 meter di areal persawahan di Desa Jogotirto, Berbah, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (24/1/2011). Kemunculan pola tersebut menarik perhatian warga dari berbagai daerah untuk menyaksikannya langsung. Belum diketahui secara pasti penyebab fenomena ini.
1

TERKAIT:
Polisi Buru Pembuat "Crop Circle"
Lapan Simpulkan Lingkaran Dibuat Orang
Berita Foto: "Crop Circle" di Piyungan
Angin Ion Mungkin yang Ukir Crop Circle
Ditemukan "Crop Circle" Kedua di Yogya

SLEMAN, KOMPAS.com — Dua peneliti Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional memastikan, crop circle di Berbah, Sleman, Yogyakarta, buatan manusia. Kepastian tersebut dilakukan setelah tim dari Lapan dan Polres Sleman melakukan penyelidikan di lokasi, Selasa (25/1/2011) siang tadi.

"Ini buatan manusia. Kami menemukan beberapa bukti bahwa ini dibuat secara tradisional," tegas Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) Sri Kaloka Prabotosari di lokasi sore tadi. Sri Kaloka datang bersama peneliti lain, Nizam Ahmad.

Tim dari Lapan tersebut mengungkapkan bukti-bukti lingkaran tersebut dibuat manusia. Bukti pertama pada titik sentral dari crop circle tersebut berupa lingkaran berdiameter 5 cm. "Di titik sentral tersebut, kami temukan ada lubang sedalam 25 cm dan lebar 4 cm yang kami duga sebagai titik pusat. Lubang tersebut dibuat dari batang atau pipa," tegas Sri Kaloka.

Tim Lapan juga menemukan adanya batang-batang padi yang patah dan akarnya tercerabut. "Itu akibat diinjak," jelasnya.

Sri Kaloka mengatakan, kemungkinan pembuat crop circle tersebut menggunakan tali dari pusat simetris yang kemudian dibuat beberapa pola. "Temuan kami, tidak semua pola itu sama, ada yang besar, ada yang kecil. Jadi kami yakin ini buatan manusia," ujar Sri Kaloka.

Sementara itu, tim dari Polres Sleman juga menemukan jejak kaki manusia. Jejak kaki tersebut sebelumnya tidak terlihat karena tertutup batang padi yang roboh.

Kapolres Sleman AKBP Irwan Ramaini yang hadir di lokasi crop circle mengatakan, tidak ada jejak UFO di lokasi.

"Berdasarkan penyelidikan kami bersama tim dari Lapan, dugaan kami sama dengan tim dari Lapan. Ini buatan manusia," tegas Irwan Ramaini.

Selanjutnya, pihaknya masih akan tetap mengamankan lokasi dan meminta warga tidak memanjat bukti di dekat lokasi itu karena bisa membahayakan keselamatan. Satu orang tewas tadi siang setelah jatuh dari bukit. Polisi juga akan mencari pelaku pembuat lingkaran yang menghebohkan itu dan meneliti motifnya.




Lingkaran Misterius
Ditemukan "Crop Circle" Kedua di Yogya
Penulis: Irene Sarwindaningrum | Editor: Tri Wahono
Selasa, 25 Januari 2011 | 15:59 WIBDibaca: 44156Komentar: 40
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
Pola crop circle yang terlihat di Dusun Wanujoyo, Srimartani, Piyungan, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (25/1/2011). Hingga kini sejumlah institusi terus berupaya menguak pembuat pola lingkaran tersebut.
1

TERKAIT:
"Jejak UFO" Makan Korban, Satu Tewas
Batan Ukur Kadar Radioaktif "Jejak UFO"
"Crop Circle" Yogya Jadi Objek Wisata
Tim Bapeten dan Lapan Teliti "Jejak UFO"
Kok Belum Ada Paper Ilmiah Soal Alien?

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Warga kembali menemukan lingkaran misterius atau fenomena crop circle di Yogyakarta. Kalau yang pertama di Berbah, Sleman, kali ini crop circle ditemukan di area persawahan Piyungan, Bantul.

Lingkaran misterius tersebut ditemukan Selasa (25/1/2011) sekitar pukul 13.00. Lokasi crop circle kedua terletak di area persawahan Desa Wanujoyo, Srimartani, Piyungan, Bantul. Jaraknya sekitar 5 kilometer dari crop circle pertama yang ditemukan Minggu lalu.

Bentuknya hampir sama, berupa lingkaran, tetapi dengan ukuran lebih kecil, 30 meter sampai 40 meter, tidak seperti di Berbah yang sekitar 60 meter.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar